Sabtu, 13 Februari 2016

Berharap Tak Kecewa



Setiap orang pasti pernah berharap, mempunyai harapan akan sesuatu yang belum terjadi. Cita-cita, impian atau sekadar keinginan kecil saja. Semua hal itu pastilah disisipi harapan besar agar bisa terwujud sesuai keinginan. Sedikit ada yang bisa berbesar hati terhadap kekecewaan dan kegagalan. Kecuali orang-orang yang sudah terbiasa mengalami kegagalan dan sudah tidak aneh lagi dengan penolakan-penolakan.

Tapi tetap saja kekecewaan itu pasti ada, walaupun dengan sekuat hati membohongi diri sendiri dengan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja atau mengalihkan situasi untuk melupakan kekecewaan tersebut. Satu hal yang perlu kita yakini, bahwa di dunia ini tak ada hal yang pasti. Segala sesuatu serba misteri dan teka-teki. Hanya kematian yang pasti.

Karena pikiran manusia itu mudah berubah. Karena Tuhan itu maha pembolak balik hati manusia. Dan karena rencana itu tak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Di sini yang dibutuhkan hanya berbesar hati, meminimalisir rasa kecewa dengan berpikir positif. Karena segala hal yang negatif bisa dikalahkan dengan pemikiran positif. Pernah saya mendengar kalimat bijak seperti ini, “Untuk merasa bahagia, Anda hanya perlu menghilangkan aura negatif dari dalam diri.”

Hal tersulit menghilangkan aura negatif adalah pola pikir yang tidak logis, serta rasa kekhawatiran akan sesuatu hal yang belum tentu akan terjadi. Kenapa harus mengkhawatirkan segala sesuatu yang belum tentu terjadi? Bukankah di dunia ini tidak ada hal yang pasti? Bahkan kepastianpun tidak pasti. Jadi, kepastian itu sebenarnya tidak ada. Maka jangan pernah berharap akan hal yang tidak pasti jika tidak ingin kecewa dan sakit hati. Apapun bisa berubah dalam waktu singkat, termasuk hati manusia. Maka jangan heran bila manusia adalah makhluk paling ahli dalam hal mengecewakan sesamanya, baik disengaja ataupun tidak.

Cara menangani rasa kecewa paling jitu adalah menghibur diri dengan cara mengatakan pada diri sendiri bahwa jangan pernah berharap apapun kepada manusia. Berharaplah kepada diri sendiri yang sudah pasti akan memperjuangkan mati-matian tentang apa yang diinginkan. Selebihnya berharaplah kepada Tuhanmu.



2 komentar:

  1. yap, bener banget. untuk mengatasi rasa kecewa jangan pernah berharap pada oranglain. aku suka tuh kalimat bijaknya “Untuk merasa bahagia, Anda hanya perlu menghilangkan aura negatif dari dalam diri.” KEEP POSTIVE THINKING

    Nice..

    Salam kenal mbak, aku blogger dari Malang. aku tunggu tulisan-tulisan terbarunya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lam kenal jg ya. Makasih udah baca :)

      Hapus