Sabtu, 24 Agustus 2013

Resensi Novel Surga Sang Pramuria

Yang disebelahku ini Mbak Zahra A. Haris lho, editor yang menyunting novel yang sedang kupegang  

Judul Buku                  : Surga Sang Pramuria
No. ISBN                   : 9786027692282
Penulis                        : Ullan Pralihanta
Penerbit                      : AG Publishing
Tanggal Terbit             : Februari 2013
Jumlah Halaman          : viii + 204 halaman
Jenis Cover                 : Soft cover
Kategori                     : Novel Spiritualitas
Teks                           : Bahasa Indonesia
Harga                         : Rp. 40.000

Rasti, Sang Pramuria yang Sadar Diri

            Kisah tragis nan ironis tentang seorang wanita bernama Rasti. Yang terperosok ke lembah nista karena tuntutan keadaan hidupnya yang dilematis. Ia terpaksa memilih jalan hidup menjadi pekerja seks komersial. Jalan hidup yang sama sekali tidak ia inginkan. Alasan yang sangat klasik membuatnya terpaksa harus menjual diri demi ‘membeli’ hidup Galih. Bocah laki-laki yang terlahir hasil dari perbuatan terlarangnya dengan Johan —kekasih yang mencampakkannya setelah mengetahui dirinya hamil.

            Johan tidak mau bertanggung jawab atas Galih, anak dari hubungan di luar nikah itu. Justru Johanlah yang berandil besar menyeret hidup Rasti ke dunia pelacuran. Penderitaan Rasti tak cukup hanya sampai terbuang dari orang tua dan keluarganya saja. Ia harus menerima kenyataan bahwa Galih mengidap komplikasi kebocoran jantung dan leukemia. Hal itu membuat Ratih semakin berjuang menjual diri demi biaya pengobatan Galih.

            Di tengah kemelut hidupnya, Tuhan seolah mengirim sosok Wibowo sebagai malaikat penyelamat hidupnya dan Galih. Wibowo yang jatuh cinta pada Rasti setelah kencan pertama mereka, bersimpati atas hidup Rasti yang malang. Hingga akhirnya mata hati Rasti terbuka untuk kembali mengenal cinta yang sudah lama tak ia rasakan setelah terbuang dari Johan dan keluarganya.

            Kebahagiaan ternyata hanya sekejap menghampiri hidup Rasti. Di tengah suka citanya mendengar kabar kalau Wibowo bersedia menanggung biaya pengobatan dan operasi jantung Galih, Rasti justru divonis positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Hatinya kembali hancur. Ia bingung, apakah harus jujur pada Wibowo yang tampak bersungguh-sungguh menerima hidupnya dengan keadaan terpuruk bersama Galih. Ia takut kehilangan kebahagiaannya dengan Wibowo yang baru saja dimulai.

           Rasti semakin merasa hina dan terpuruk dengan kondisinya itu. Namun Galih seperti malaikat kecil yang menyelamatkan kekosongan jiwanya. Rasti merasa mendapat hidayah dari Galih, saat anaknya itu mengajaknya untuk sholat. Galih yang kerap kali mempertanyakan tentang surga membuat Rasti tersadar, apakah pantas seorang pramuria seperti dirinya mengharapkan surga? Sedangkan ia merasa kotor hanya sekadar untuk menghadap-Nya saja.

        Apakah Rasti akan jujur mengatakan yang sebenarnya kepada Wibowo tentang keadaan dirinya yang terinfeksi AIDS? Mampukah Rasti menjawab pertanyaan Galih tentang surga dan keberadaannya? Ending cerita ini sangat jauh dari bayangan di awal kisah. Cerita yang penuh kejutan dan tak tertebak akan seperti apa wajah surga yang mereka cari selama ini.
***
Membaca bab demi bab novel ini membuatku sangat antusias untuk mengetahui bagaimana ending dari kisah ironis si Rasti ini. Pramuria yang berhati ikhlas dan sabar atas semua cobaan hidup yang menimpanya. Kemalangan hidup yang bertubi-tubi tak membuatnya menyerah pada keadaan. Ia rela mengorbankan diri demi buah hatinya tercinta.

Prolog, narasi dialog sampai epilog novel ini terkemas dalam balutan diksi yang indah. Sungguh sentuhan luar biasa dari Ullan Pralihanta, yang mampu mengemas cerita sedemikian rupa hingga membuat pembaca terhanyut ke dalamnya. Mampu membuatku menyelami karakter tokoh dan terhanyut untuk ikut merasakan penderitaan Rasti. Alur kisah yang klasik namun mampu menohok hati. Menginspirasi dan mencerahkan batin untuk membuka mata, bahwa kehidupan kelam dan lembah nista yang dijalani para pramuria tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ullan menuliskan kisah ini berdasarkan kisah nyata yang ia ambil dari aktivitas sosialnya setelah terjun ke tempat-tempat yang dianggap marjinal. Sungguh luar biasa gaya Ullan bertutur cerita, membuatku tak mampu melepaskan lembarannya hingga tuntas sampai ending cerita.

Udah dapat novelnya gratis langsung dari editornya, dapat tanda tangan plus foto bareng pula... Subhanallah  

Jumat, 23 Agustus 2013

Lagi (pengen) Galau

Apa sih yang biasanya bikin gue galau? Nggak bisa ngejer deadline! Trus plin plan, baru aja mau nulis tentang ini... eh, dapat info ada even itu, jadinya bimbang mau ikut yang mana... hadeehhh

Belon lagi niat beresin beberapa naskah yang terbengkalai gara-gara (sok) sibuk ikut banyak even. Belon lagi mikirin planning ke Bali, belon lagi ngurusin koneksi internet yang bikin esmosi, belon lagi mikirin meong-meong di rumah yang mendadak pada gak doyan Friskies, kayaknya mereka demo pengen Whiskas #ngintip isi dompet

Jadi mikir, kayaknya 24 jam sehari nggak cukup deh buat gue. Pengennya nambahin lagi tuh digit di jam, supaya jadi 30 jam sehari. Lumayan aja supaya gue bisa beresin minimal 2 naskah sehari (plus ngedit). Yang bikin rese' neh, gue lagi hobi banget ngeresensi buku, kalo udah pegang buku, gatel banget nih mata kalo belon baca ampe halaman terakhir

Kalo udah gini sapa yang salah? Yang salah si yuyu tuh! kenape jalannya miring... #lah?


#edisi posting ngelantur, namanya juga lagi galau, bebas dong!  

Kamis, 22 Agustus 2013

Lagu-lagu yang Mampu Menyemangatiku

Musik merupakan salah satu alternatif terapi diri untuk membuat pikiran menjadi tenang. Fakta mengungkapkan, sejenis musik klasik orchestra bisa meningkatkan kinerja otak kita. Aku pun sering mengalami hal yang sama. Bila sedang down, suntuk en jenuh... hanya mendengarkan musik mampu menstimulasi kembali ketenangan batin, bahkan membuat semangat dan memacu adrenalin. Sebegitu kuatnya pengaruh musik dalam hidupku. Bahkan melalui musik pula aku mampu mengungkapkan suasana hati.

Berikut 10 lagu yang wajib aku dengarkan dikala down dan membutuhkan motivasi diri. Selain membaca, mendengarkan musik adalah kegiatan fardu bagiku #setelah sholat tentunya

1. Kumilikmu (Maher Zain)
Dengerin lagu ini tuh nyeesss-nya minta ampun. Bikin merasa jadi orang paling beruntung sedunia karena diperkenankan mengenal sangat dekat dengan Allah. Subhanallah... lirik lagu ini menggambarkan kepasrahan seorang hamba-Nya setelah menemukan pencerahan batin. Bahwa hanya kepada Allah hidup ini dipersembahkan.

2. I Believe I Can Fly (R. Kelly)
Rasa optimisme  dan aura positif seketika mencuat saat mendengarkan lagu ini. Mengajak untuk membuang jauh semua pikiran negatif dan serta merta yakin pada kemampuan diri. Membangkitkan rasa percaya diri untuk mampu berkata..."Hey World!! It's me... I believe I can realize all my dream, 'cuz I believe in me!"

3. Berawal Dari Mimpi (Bondan)
Semuanya berawal dari mimpi, dunia pun mengakui pepatah ini. Membuatku tak pernah takut untuk bermimpi. Tak hanya sekadar mimpi, tapi pasti akan kuwujudkan dengan pasti. Dengerin lagu ini, merasa dapat dukungan penuh untuk terus mewujudkan mimpi.

4. Meraih Mimpi (J-Rocks)
Makin semangat hidup setelah dengerin lagu ini. Memacu diri untuk tak pernah berhenti meraih mimpi.
Tak ada yang tak mungkin
Bila kita yakini
Pastilah engkau dapati

5. Muda (Agnes Monica)
Bikin perasaan hepi aja kalo dengerin lagu Agnes yang ini. Berpikir untuk tidak mendengarkan suara sumbang dan halangan yang melintang dalam kehidupan. Just go ahead, 'cuz this is my life!

6. Bebas (Iwa K.)
Semua beban langsung rontok kalo dengerin lagu energik ini. Pas banget didengerin kalo lagi berada di tengah kemacetan jalan. Daripada mengeluh, mengumpat dan merasa kesal nggak keruan, mending dengerin lagu ini buat pengobat gundah dan bikin rileks pikiran.

7. Kubahagia (Sherina)
Lagu yang mengajari untuk lebih mensyukuri hidup. Menyemangati diri agar tak pernah merasa sendiri menghadapi kesusahan. Ada kebahagiaan dalam diri sendiri yang senantiasa menemani. Dan kebahagiaan itu akan muncul setiap kita mensyukuri hidup ini, sekecil apa pun itu.

8. Because of You (Kelly Clarkson)
Lagu yang mengingatkanku pada some one yang sudah mengubah hidupku #co cwiit
Karena dia, aku menjadi pribadi yang memandang segala sesuatunya menjadi hal yang simple. Aku banyak belajar untuk mengintrospeksi diri, tak ada kata terlambat untuk terus memperbaiki diri. Bikin hidup jadi lebih berarti kalo lagi dengerin lagu ini.

9. Terbang (Kotak)
Selalu ada energi positif yang otomatis mengalir saat mendengar lagu ini. Aku suka banget sama liriknya yang ini:
Biarkan kuraih bintang
Dan kubawa pulang
Kembali ke Bumiku sayang


Entah apa yang bikin semangat, setiap mendengar kata Bumi dan benda langit lainnya seperti Mentari, Bintang, Bulan... kok aku jadi teringat sesuatu ya... hmmm 

10. Aku Pasti Disana (Cokelat)
Ini lagu tentang janji hati dan komitmen bagiku. Aku suka banget sama liriknya. Pas di hati

Berlari kuberlari mengejar deru sang waktu
Melayang ku melayang jauh
Tertatih ku tertatih mencoba kuatkan hati
Teringatku akan dirimu

Semoga takdir kan bicara

Percayalah, apa pun yang terjadi
Kuhadapi untuk bersamamu lagi
Bersabarlah, kan kuberi kau bahagia
Aku pasti... Aku pasti di sana

Mengejar kumengejar mimpi indah untuk kita
Takkan pernah kuucap dusta

Semoga takdir kan bicara




Rabu, 21 Agustus 2013

Curcol Ngabodor With My Brother



          Ceritanya lagi curcol ama kakak, curcolnya sih nggak jauh-jauh dari urusan yang bisa bikin dapur tetap ngebul… hehe. Tiba-tiba doi nyeletuk, “Bosen ya kerja ama orang mulu, buka usaha yuk…” Hmm, aku nggak begitu antusias, ujug-ujug pasti ngebahas bisnis baru lagi dah. Doi hobi banget bikin bisnis sampingan, dan Alhamdulillah... belum ada satu pun yang mulus menghasilkan gepokan fulus ampe garis finis, semua selalu mentok di pinggir jalan…eh, tengah jalan ding. Tapi tetep aja kakakku itu maju terus pantang mundur.
“Pernah denger RIP Mart, nggak?”
            “RIP Mart? Apaan tuh?” tanyaku cuek.
            “Rest In Place Market,” jawab kakakku singkat.
            “Hah? Maksudnya?” Aku masih nggak ngerti.
         “Supermarket yang menjual keperluan pemakaman. Mulai dari peti mati, nisan, kain kafan, pokoknya terlengkap, terhemat dan terbesar deh.”

            Bah! Ide sinting apa pula si Agnes ini, pikirku sambil nyengir.

          “Belon pernah denger tuh, biasanya kan cuma bisa pesan di tempat tertentu. Tetek bengeknya banyak dijual di pasar ato kios-kios tempat dagang peralatan sholat.”
            “Yee, itu mah toko tradisionalnya. Supermarket, Lantur!”
            “Siapa juga yang mau bikin supermarket kayak begituan. Toko khususnya pun jarang banget. Kalo pun ada nggak pernah lengkap.”
         “Maka dari itu. Gimana kalo kita buka RIP Mart! Pusat kebutuhan pemakaman terbesar dan terlengkap. Coba lo googling deh, udah ada yang buka Toserba kayak gitu, nggak?”

         Dengan ogah-ogahan aku buka juga laman mbah google. Beneran kuketik tuh keyword RIP Mart. Nihil! Rest In Place Market, juga kagak ada!

            “Belon ada, Kak.”
          “Tuh, kan?! Berarti kalo kita bikin sekarang, bakalan jadi yang pertama di Indonesia tuh. Bisa jadi di dunia malah. Kita bikin nggak khusus buat pemakaman agama Islam aja. Tapi semua agama kita sediain. Batu nisan, peti mati, kain kafan, kembang segar sampe tiker pandan juga kapas buat nyumpel idung mayat. Kita bikin selengkap mungkin. Kalo perlu rangkaian bunga turut berduka cita juga kita adain, gimana?”
            “Apanya yang gimana?”
            “Ide gue?”
            “Serius?”
            “Yaealah, menurut lo?”
            “Emang kagak ada binis yang lebih waras ya?” ujarku cuek.
            “Udah kebanyakan bisnis yang pasaran. Kalo bisnis ini kan belum banyak saingan.”
            “Buka supermarket? Modalnya dari mana? Nggak cukup ceban, kan?”
            “Yeee, modal mah gampang.”
            “Gampang dari Hongkong! Emang Babeh masih punya tanah yang bisa dijual?”
         “Kan ada aset, gadein aja di Bank buat modal. Paling butuh setengah M, nyicil aja dulu.”
            “Setengah M? Setengah ember maksudnya?” Aku pasang tampang bloon.

            Pletuk, biji ketapang mendarat dengan mulus di jidatku.

            “Susah ya, ngomong ama mantan autis!”
            “Hahahahaha…” Aku ngakak jijay.
            “Gimana?”
            “Apanya?”
            “Yeeee… gue jitak ngibing juge neh! RIP Mart kite.”
            “Kite? Lo aje kale.”
            “Serius, lo survey pasaran, gue cari modal, deal!”
            “Hmmm…”
            “Kok hmmm?”
            “Hmmmmmm….”
            “Susah curhat ama mantan tukang sapi!”
          “Whatever-lah, gue banyak deadline neh. Nggak konsen, temen gue aja ngajakin buka penerbitan gue tolak.”
            “Bego lo! Kan kesempatan tuh, biar lo bisa nerbitin buku sendiri.”
           “Kalo cuma itu tujuan buka penerbitan? Nggak banget, nggak seru, nggak asik! Gue pengen karya gue murni publikasinya, en diakui dunia, nggak kalangan tertentu aja, apalagi hasil dari monopoli gitu, ogah banget dah!”
            “Ya udah, kalo gitu nanti RIP Mart kita hak patenkan, biar diakui dunia!” Aku manyun denger komen kagak nyambung, doi masih usaha ternyata sodara-sodara.
            “Mekso!” seruku sadis.
            “Awas ya, kalo bisnis gue jalan, lo kagak kebagian warisan!” sahutnya nggak kalah sadis. Eh, doi ngancem!
            “Gue bantu doa aja dah, kecuali kalo lo mau perbesar subsidi gue buat planning ke Bali, asli gue dukung banget tuh ide sinting lo!”
            “Preetttt!”

            Dan curcol pun ditutup dengan voting RIP Mart yang gatot. Tapi kayaknya doi masih ngotot. RIP Mart? Beneran tuh, belon pernah ada? Hmmmmm….



Selasa, 20 Agustus 2013

Resensi Buku Storycake for Your Life Indahnya Tobat


Judul Buku                  : Storycake for Your Life Indahnya Tobat
No. ISBN                   : 978-979-22-9779-9 
Penulis                         : Candra N.M. Dewojati, Ayunin, dkk
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman           : X + 306 halaman
Jenis Cover                  : Soft cover
Kategori                      : Pengembangan Diri dan Motivasi
Tanggal Terbit              : 15 Juli 2013
Teks                            : Bahasa Indonesia
Harga                          : Rp. 55.250


Jangan Bertobat Karena Azab, Bertobatlah Melalui Hidayah


            Tobatlah sebelum terlambat, walaupun tidak ada kata terlambat untuk bertobat. Yang menyebabkan terlambatnya sebuah tobat adalah bila sampai embusan napas terakhir masih bergelimang dosa dan tak mengenal hidayah juga ampunan Allah. Naudzubillahi mindzalik!

            Kisah-kisah inspiratif yang ditulis oleh 36 penulis Indonesia. Dikoordinir oleh Candra N.M. Dewojati dan Ayunin, terkumpulah 40 kisah inspiratif tentang pertobatan yang dikemas dengan apik dalam balutan kisah menarik yang menggetarkan hati. Mulai dari kisah yang biasa dijumpai dalam keseharian, hingga kisah memilukan yang jarang dialami oleh orang kebanyakan. Namun keseluruhan kisah yang terangkum di buku ini adalah kisah nyata dari beberapa narasumber yang ada di sekitar penulis.

            Tersebutlah tentang pertobatan yang menjadi titik balik kehidupan untuk lebih baik, lebih religius sehingga mengubah jalan kehidupan seseorang. Sangat tidak mudah untuk berubah, bila hati tidak tersentuh oleh hidayah sebagai bukti kasing sayang Allah kepada umatnya yang ikhlas untuk bertobat. Dalam buku ini, ke-40 kisah inspiratif yang berisikan tentang pertobatan dengan beragam cara, mulai dari yang sederhana hingga sampai memilukan seperti ajal menjelang.

            Kisah pertobatan orang yang suka bermaksiat, cinta sesama jenis, mendapat hidayah setelah kehilangan buah hati, tukang gosip yang kena batunya, tobatnya preman yang menikah dengan pelacur yang sama-sama bertobat setelah mereka menikah, hingga tobatnya seseorang karena azab yang menimpa. Semua mempunyai kesan mendalam yang dapat dijadikan pelajaran dan diambil hikmahnya. Memberikan contoh apa saja yang tidak seharusnya dilakukan manusia, agar tak terjerumus dalam lembah dosa, dan jangan sampai mendapat azab yang pedih dari Sang Maha Kuasa.

            Teguran Allah bisa datang dalam bentuk apa saja, bahkan untuk hal yang sering kita anggap sangat remeh sekalipun. Seperti menonton aurat orang lain. Dalam satu cerita tertulis teguran yang diterima sepasang suami istri karena hobi mereka menonton film dewasa, padahal menonton dengan tujuan untuk keharmonisan rumah tangga. Tapi tetap saja itu terbilang dosa, walaupun yang menonton adalah pasangan menikah. Akhirnya Allah memberikan teguran melalui musibah. Bersyukurlah orang-orang yang diberi musibah, karena sesungguhnya Allah tengah menegur melalui jalan itu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan husnudzon kepada Allah.

            Ada satu kutipan firman-Nya dalam kisah pertobatan ini yang menjadi bahan pemikiran untuk selalu berbaik sangka akan rencana Allah: Tetapi boleh jadi kau tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kau menyenangi sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kau tidak.

            Subhanallah… sangat beragam kisah pertobatan yang dihadirkan di Storycake for Your Life seri Indahnya Tobat ini. Semoga buku ini benar-benar menginspirasi para pembacanya, agar menjadi bahan pelajaran dan pedoman titik balik kehidupan. Sebaiknya jangan menunggu azab dan teguran dari Allah baru mau bertobat, tapi perbaikilah diri mulai saat ini dengan hidayah-Nya. Dengan membaca kisah-kisah di buku Storycake for Your Life Indahnya Tobat, semoga kita terinspirasi dan mendapatkan hidayah-Nya. Amin Ya Robbal Alamin.

Serial Storycake for Your Life

Minggu, 18 Agustus 2013

Bacaan yang Mengubah Hidupku

Bagiku, ada dua hal yang bisa mengubah kepribadian seseorang, yaitu hidayah dan azab. Dan aku sangat memilih hal yang pertama. Alhamdulillah… Allah mengabulkannya  

Hidayah itu turun dengan banyak cara. Bisa melalui seseorang atau sumber bacaan. Aku mendapat hidayah dari kedua jalan itu. Seseorang telah mengubah pribadiku, akhlakku dan menjadi penyemangat hidupku. Dan aku menemukan bacaan-bacaan yang menggugah hati serta mengubah pola berpikirku. 

Berikut buku-buku yang secara tak langsung telah mengubah jalan hidupku, karena dengan konsekuen kuikuti hal-hal positif yang ada di dalamnya.

The Secret-nya Rhonda Byrne mengajarkanku cara berpikir positif yang baik dan benar. Dan selalu mengarahkanku untuk berhati-hati dengan apa yang kupikirkan. Karena rahasia terbesar hidup yang tertulis dalam buku ini adalah tentang bagaimana kita mengendalikan pikiran agar bisa mengatur apa yang akan terjadi di kehidupan kita kelak. Hukum tarik menarik dalam semesta yang bisa kita atur dengan mudahnya hanya dengan menanamkan pikiran positif setiap saat. Positif thinking! Itulah kunci sukses seseorang untuk mewujudkan impian.


Berbicara tentang mimpi, dari buku ini aku menemukan bagaimana cara yang baik untuk mengolah dan mewujudkan mimpi. Menuliskan impian adalah hal paling efektif untuk merealisasikannya. Menulis bagiku adalah cara membuang beban agar menjadi ringan. Aku tak mau terbebani oleh mimpi yang kupendam sendiri, untuk itulah aku menuliskannya agar dunia tahu, bahwa impianku adalah penyemangat hidupku. Dan aku tak akan pernah menyerah untuk terus membuatnya menjadi nyata… kelak!


Dari seseorang aku mengenal buku ini, sebut saja Anonim. Dia mengajariku banyak hal untuk menjadi pribadi yang lebih berakhlak. Melaluinya dan buku ini, aku mulai mengenal Duha, Tahajud dan tergerak melakukannya dengan ikhlas beserta amalan untuk memperlancar rezeki melalui jalan-Nya. Banyak motivasi hidup di buku ini yang membuka lebar mataku dan menyadarkanku bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang senantiasa istiqomah mencari dunia di jalan-Nya. 
Thanks to Anonim, kalo kata Afika… you are my everything   


Subhanallah... hatiku berteriak saat menuntaskan halaman terakhir buku ini. Baru membaca kata pengantarnya saja sudah membuatku tersadar akan arti sebuah keikhlasan. Ikhlas! Kata tersulit untuk direalisasikan bila kita tidak tahu ilmu dan cara jitu mengamalkan sebuah keikhlasan. Dari buku ini, aku tak takut kekurangan materi. Dari buku ini aku tak pernah berpikir jauh saat memberi. Karena setelah tahu ilmunya, ternyata memberi itu berbanding lurus dengan menerima kembali plus bonus dari-Nya. Ruaarrr biasa… baru di tahun ini aku tak merasa berat sedikit pun mengeluarkan minimal 10% dari seluruh penghasilanku secara rutin untuk kusedekahkan kepada yang membutuhkan. Dan ajaibnya, hidupku tak pernah merasa kekurangan. Selalu saja ada bila membutuhkan apa saja yang kuinginkan. Aku semakin tak silau dengan duniawi, hidupku hanya untuk Allah dan hartaku juga milik-Nya, jadi untuk apa mengepal sesuatu yang esensinya adalah bukan milik kita. Satu yang kupercaya, Dia tak pernah ingkar dengan janji-Nya. Ingatlah, apa yang kauberi… itu yang akan kauterima —plus bonus dari-Nya. Trust me, aku sudah membuktikannya. Buat yang selalu merasa kekurangan, wajib membaca buku ini, agar senantiasa merasa kaya walaupun dalam keadaan kekurangan bahkan miskin sekalipun.

Ini adalah buku motivasi terlengkap yang pernah kubaca. Dari buku ini aku telah menemukan sumber kebahagiaan yang tersembunyi. Saat down, bila membuka lembar demi lembarnya, membuat hatiku adem ayem seketika. Bagiku ini adalah kitab kebahagiaan dan bagaimana cara membuat hidup menjadi sempurna. Aku tak pernah lagi kehilangan kebahagiaan, karena bahagia itu sebenarnya ada dalam diri kita, tidak pada orang lain. Buat yang merasa sulit menemukan kebahagiaan, luangkan waktu untuk membaca buku ini, maka kebahagiaan yang kaucari tak akan pernah pergi ke mana-mana lagi.

Buku terakhir ini bukan niat untuk promosi lho… hehe. Bukan pula karena ada goresan penaku di dalamnya. Tapi beneran, buku ini membawa aura positif hidupku. Apa karena ada stempel gramedia di covernya? Entahlah, buku ini seolah keajaiban dari perwujudan salah satu mimpiku untuk bisa menitipkan tulisanku di penerbit mayor. Ini hanya langkah kecilku untuk langkah-langkah besarku berikutnya. Satu resolusi mimpiku sudah terealisasi di buku ini, mimpi terindah saatku berkata, “Aku pasti bisa bikin tulisan kayak serial Chicken Soup for the Soul favoritku itu.” Tahukah? Aku berkata seperti itu lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Saat serial Chicken Soup for the Soul sedang booming-booming-nya di Indonesia. Subhanallah, ternyata Indonesia tidak mau kalah dari Jack Canfield dkk. Gramedia pun mengeluarkan debut Chicken Soup for the Soul versi penulis asli Indonesia. Dan namaku… ada di salah satu halamannya  

Sabtu, 17 Agustus 2013

Repost Storycake


Kembali dari pertapaan, kangen posting lagi. Padahal baru sepuluh hari nggak posting, udah serasa seabad #lebay!

Niatnya sih cuti dulu ngeblognya, tapi pas ngeliat angka visit today di histats yang mencapai 50 visitor perhari, kayaknya kasian juga buat para pengunjung blog ini yang udah ngebela-belain mampir ke sini, eh... ternyata postingannya nggak apdet²... #sok seleb banget seh!

Tapi Alhamdulillah yak #pake gaya Syahrini Blog ini seolah punya pelet yang narik pengunjung buat mampir, walopun cuma ngintip doang... xixixi. Ngintip buat nyariin yang punya blognya kalee, buat mastiin masih idup apa kagak... qiqiqiq

Lagi ngebut beresin 5 naskah neh, yang deadline-nya akhir agustus ini #huaaaaa, salto di depan lepi

Oya, di postingan tentang antologi kedua saya 'Storycake for Your Life Keajaiban Rezeki' yang akan terbit beberapa saat lagi, saya pernah memberitahukan kalau serial Storycake itu bakal ada lanjutannya toh? Nah, buat teman-teman yang minat gabung di Storycake ini, info terbarunya ada di sini nih: StoryCakeLovers

Sempat bingung mau ikutan tema yang mana. Ada 3 tema dengan 3 PJ dan gawatnya lagi deadline-nya di waktu yang sama. Tapi tenang aja Mbak Nunu, aku masih setia padamu kok. Aku pasti nulis tentang Miracle Dream, soalnya gue banget tuh tema yang itu... he.

Tapi lagi berusaha buat ikut ketiganya... xixixi #maruk.com  

Oya, jangan lupa baca ketentuannya dengan teliti ya. Upload fotomu sekeren mungkin di FP StoryCakeLovers, kayak gini nih...


Udah keren belon sih posenya?  

Sekian dulu infonya, semoga bermanfaat buat yang minat nimbrung di serial Storycake yang keren abis ini. Wassalam  

Senin, 05 Agustus 2013

Thirteen things about move on


Basi banget ya, hari gini masih sibuk galau. En klise banget kalo masih ngebahas move on. Helloooow, ke mana aja lo? Masih melo nangisin yang kemaren. Kate mpok Nori, eh, salah... kata Nora Roberts nih... If you don't go after what you want, you'll never have it. If you don't ask, the answer is always no. If you don't step forward, you're always in the same place.

Jadi, nggak penting banget deh, mikirin orang yang belum tentu dia juga mikirin kamu. Bukannya ngebales, cuma kamu pikirin lagi deh… apa yang di sana peduli dengan penderitaanmu yang susah move on itu? Oh come on, kata Anonim neh… Life a simple thing. When you choose it, never to regret. Easy toh? So? What again?!  You must move on, coz life was go on!

Buat kamu yang susah move on, saya mau bagi-bagi 13 hal yang bisa kamu lakukan buat ngurangin galau. Yaa sukur-sukur bisa ngilangin galaunya… he. Kenapa ada 13? (karena ada hubungannya dengan proyek novel terbaru sayah… hahahahahaha #ketawa ala pahlawan bertopeng)

Ini dia poin-poinnya:
1. Tingkatkan keimanan, lebih rajin berdoa meminta pertolongan Tuhanmu, kalau kamu mampu melewati semua masa sulit dengan ketabahan dan ketegaran
2. Stop stalking!
3. Jangan cari pembenaran diri dan alasan kenapa kamu harus move on. Just move on, apa pun yang terjadi
4. Nggak perlu melupakan, just remind ampe bosan, ntar juga lupa sendiri seiring berjalannya waktu, believe it!
5. Hibur diri dengan kesibukan yang tidak biasa
6. Hindari suasana monoton
7. Obati rasa ‘sakit’mu dengan terapi. Terapi apa aja, bisa dengerin lagu, menulis, travelling, ato bikin aja kisah galaumu jadi sebuah karya seni, kan bisa jadi hal yang positif tuh
8. Berkomunikasi dan silaturahmi dengan sahabat lama, bisa membuatmu merasa happy dengan reuni
9. Rilekskan diri dengan aroma terapi. Buat yang suka ke salon, boleh banget tuh manjain diri sekali-sekali.
10. Sebaiknya jangan bersegera mencari pengganti, lebih baik hibernasi untuk introspeksi diri dan merefleksikan hati
11. Tak perlu menyalahkan keadaan, just go ahead, katakan bahwa masalah ini adalah ujian untuk pendewasaan diri
12. Just say all it’s over!
13. Katakan pada diri sendiri kalau semua akan baik-baik saja. Apa yang kaupikirkan, itulah yang akan terjadi, trust me, it work! #iklan banget dah

Wellsimple toh? Bahagia itu nggak perlu dicari, kamu masih bernapas hingga detik ini aja udah patut disyukuri, karena itulah sumber kebahagiaan sejati. Cheers!

Minggu, 04 Agustus 2013

Mencari Inspirasi

Update blog tiap hari? Sulitkah? Saya rasa tidak, asal ada niat buat nulis… he. Segala sesuatu toh berawal dari niat. Kalo sempat tapi nggak niat, ama juga boong. Walopun sibuk tapi udah niat, apa sih yang nggak mungkin?

Tapi tiap hari ngeblog ntar kehabisan inspirasi? Mau nulis apa?

Hey, come on! Inspirasi itu bisa dicari, bahkan datang sendiri. Seperti saya hari ini, yang sebenarnya lagi kehabisan inspirasi… hihihi #maksa!

Tapi berhubung saya lagi ngotot mau nulis tiap hari, jadilah postingan curhatan ini. Blog itu kan sama seperti diary, tempat ngeluarin unek-unek di hati. Nggak masalah ada yang baca apa nggak, yang penting happy sendiri… qiqiqiqiqiq

Gimana sih, mencari inspirasi menulis? B-A-C-A! Itu pertanyaan dan jawaban paling klise. Dalam dunia literasi, membaca dan menulis adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Plus nonton film sebagai tambahan gizi… eh, informasi.


So? Kalo masih ada yang bilang susah dapat inspirasi, berarti lagi malas plus nggak niat. Kalo saya? Biasanya cuma kalo internet lagi error ato kompi mendadak ngadat dan malas ke warnet (baca: orang rumahan tulen)


Jumat, 02 Agustus 2013

Klise


            “Pernah ditolak penerbit nggak?”
Itu adalah pertanyaan paling klise yang sering aku ajukan, kepada setiap penulis undangan yang mengisi kelas online di grup menulis tempatku belajar. Dan jawaban yang kudapat hampir selalu sama, “Pernah, sering malah.”
            Awalnya sempat tidak percaya, kalau penulis yang bisa dikatakan sudah senior itu pernah mengalami penolakan. Padahal hasil karyanya sekarang sudah best seller. Ah, apa sih yang tidak mungkin? Bahkan penulis yang karyanya sampai difilmkan pun pernah mengalami penolakan. Mereka ‘kan juga pernah menjadi pemula, tidak ujug-ujug senior dan terkenal.
            Seperti halnya proses kehidupan manusia. Sebelum menjadi dewasa tentunya melewati fase balita pada awalnya. Jadi tidak ada alasan buat patah semangat hanya karena penolakan. Justru jadikan support agar terpicu lebih maju, dan mempelajari kesalahan sebagai pengalaman berharga. So? Ditolak penerbit pada awalnya adalah hal paling klise dalam dunia kepenulisan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. J