Senin, 03 September 2012

Hati vs Logika

Saat dihadapkan pada suatu masalah, biasanya manusia lebih dominan menggunakan hati ketimbang logika untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebenarnya apa sih sisi baik dan buruknya bertindak menggunakan hati ketimbang logika, pun sebaliknya? Bagaimana sisi negatif dan positif antara hati yang pastinya terkait dengan namanya perasaan ataupun logika yang disebut juga dengan akal sehat?

Bila kita lebih memilih menggunakan hati atau perasaan ketimbang logika dalam menyelesaikan masalah atau pun menjalani sesuatu, yang akan terjadi biasanya justru hal-hal yang bersifat negatif. Karena perasaan itu berkaitan dengan hati nurani yang bersifat subjektif. Dan tidak semua hal bisa dikatakan benar dan sudah sesuai jalur bila kita menggunakan perasaan ketimbang logika yang sudah jelas-jelas nyata adanya.

Plus minusnya hati vs logika :

 

Sisi positif :

  • Di saat kamu menggunakan logika, maka kamu bisa memutuskan sesuatu dengan cara yang benar, membela yang benar, memilih yang baik demi sebuah kebaikan, adil dan bijaksana. Yang tentunya akan membawa kebahagiaan untuk kamu dan orang lain dalam jangka panjang.

  • Namun ketika kamu lebih mengedepankan hati dan perasaan, gunakanlah dengan sebaik-baiknya untuk menolong sesama, membangun religi, melindungi dan membantu yang lemah terhadap sesama. Dalam hal ini tentu hati nurani kamu akan tergugah, serta menjauhkan kamu dari rasa bengis dan kejam.

 

Sisi negatif :

  • Di saat kamu menggunakan logika secara berlebihan, maka kamu akan bersikap egois, hati nurani kamu akan tertutup, tidak percaya akan adanya Tuhan, melanggar moral dan tidak ada rasa iba dan belas kasihan terhadap sesama.

  • Ketika kamu juga terlalu menggunakan hati dan perasaan, maka kamu tidak dapat memutuskan dan memilih secara objektif, mana yang benar dan mana yang salah. Keputusan hanya didasarkan suka atau tidak suka.


Gunakanlah logika dan perasaan hati secara seimbang. Kapan kamu harus memakai perasaan dan kapan kamu harus memakai logika. Ketika kamu memutuskan sesuatu dengan menggunakan perasaan, maka tumbuhkan juga logika untuk dapat memilih dan memutuskan secara baik dan adil.

Intinya, pikirkanlah segala sesuatu yang kamu lakukan di saat ini untuk dampaknya dalam jangka panjang ke depan nanti. Jangan semata karena mengandalkan hati maka logika jadi tersingkirkan begitu saja. Karena tidak dapat dipungkiri, bahwa logika dan perasaan itu saling berhubungan dan sangat mempengaruhi juga mengatur keputusan jalan hidup seseorang juga mengenai pertanggung jawaban moral kepada Tuhan.

14 komentar:

  1. perasaan dan logika harus seimbang ya mbak biar kita bisa menjadi orang bijak yang tidak berat sebelah ...

    BalasHapus
  2. yuppsss betul bangett mba, ya intinya kita mesti lebih pinter² lagi memilih dan memilah mana yang (+) dan mana yang (-) ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoyoy... seharusnya emang begitu, biar balance ya kehidupan kita

      Hapus
  3. Dikala seseorang bisa membuat perasaaan dan logika dengan balance, maka professionalitas pun akan muncul.
    Nice article. Good Luck Always ^_^ and keep swing in blogging.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tks ya kiki udah mampir, sukses jg buat kamu yaaa

      Hapus
  4. lumayan nih dapat pencerahan.. secara sedang dihadapkan pada pilihan yang sulit.. emang yang namanya hati dan logika memang kudu beriringan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Nunu, biar seimbang ya hehe. Tks ya Mbak udah mampir

      Hapus
  5. saya jadi inget sebuah cerpen yang mengulas masalah dialog antara hati versus logika..
    ada di antologi cerpen 'sang kecoa'.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tks ya buat a.i.r udah mampir kesini

      Hapus
  6. logika dan hati
    sungguh pembahasan yang menarik.
    jadi menggunakan logika dan hati pada tempatnya yang benar.
    kunjungan pagi hari yang cerah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups... logika dan hati harus seimbang ya mas

      Hapus