Minggu, 28 Juli 2013

Cara Membentuk Keberuntungan Diri


“Untung banget ya dapat undian, lo emang lagi hoki!”
“Untung cuma kepeleset, nggak ampe jatoh!”
“Untung banget lo menang lomba, saingannya kan ribuan, lo bener-bener beruntung!”
“Lo bisa ketemu en kenal doi yang baik kebetulan doang kalee, mungkin aja nasib lo lagi baek!”

Percaya nggak? Kalo nggak ada yang namanya kebetulan di dunia ini, termasuk keberuntungan. Kalo ada yang bilang …”Ah, lo menang 'kan karena lagi beruntung aja!” Itu bullshit sodara-sodara. Yang ngomong gitu cuma orang yang lagi menghibur diri.

“Apes banget! Gue ditilang polisi.” è Kalo nggak mau apes ya patuhi peraturan, bro!
“Dompet gue hilang, beneran lagi sial gue!” è Lo kurang amal kali, sist!
"Gue ditipu orang ampe ludes! Sial banget hidup gue." è Makanya hati-hati dalam bertindak, bos!

Hukum tarik menarik, sebab akibat, itu berlaku di alam semesta ini. Nggak ada yang namanya kebetulan terjadi kalau kita sebelumnya mawas diri.

Segala sesuatu yang terjadi sebenarnya sudah menjadi suratan takdir, tapi tunggu dulu … kita nggak lantas langsung pasrah gitu aja ama takdir. Nasib dan takdir itu memang sudah tercatat, tapi masih bisa diubah, kecuali KODRAT! Nah, yang bisa mengubah takdir dan nasib itu adalah diri sendiri dengan bantuan doa, dengan dalih faktor keberuntungan itu tadi.

Tapi keberuntungan itu bukan sekadar nasib-nasiban lho. Menurut Richard Wiseman dalam bukunya ‘The Luck Facktor’, menjelaskan kalau keberuntungan itu bisa dibentuk dan ditingkatkan.

Dalam bukunya, Wiseman menuliskan 4 Prinsip Keberuntungan plus sub prinsipnya. Ini dia penjabarannya:
1. Maksimalkan peluang keberhasilan dan kebetulan
Orang yang beruntung menciptakan, memperhatikan dan bertindak sesuai peluang kebetulan hidup mereka
Orang yang beruntung membangun dan mempertahankan ‘jaringan keberuntungan’ mereka, yaitu orang-orang yang terbukti membawa keberuntungan baginya (cenderung ekstrovert, gemar bersilaturahmi)
Orang yang beruntung memiliki sikap rileks terhadap kehidupan (Nggak ngoyo! Tapi nggak malas juga ya)
Orang yang beruntung terbuka pada pengalaman baru hidup mereka

2. Dengarkan insting/firasat keberuntungan Anda
Orang yang beruntung membuat keputusan yang sukses dengan menggunakan insting dan perasaan mereka
Orang yang beruntung mendengarkan perasaan dan insting mereka
- Orang yang beruntung mengambil langkah untuk meningkatkan intuisi mereka

3. Harapkan hasil yang baik
Orang yang beruntung memandang masa depan sebagai hal yang positif dan ini membantu mencapai mimpi dan ambisi mereka
- Orang yang beruntung berharap keberuntungan mereka terus berlanjut di masa depan
- Orang yang beruntung berusaha mencapai tujuan mereka, meskipun peluang mereka terlihat kecil dan mampu bertahan menghadapi kegagalan
Orang yang beruntung berharap interaksi mereka dengan orang lain membawa keberuntungan dan keberhasilan

4. Ubah kesialan menjadi keberuntungan
- Orang yang beruntung mampu mengubah nasib sial menjadi keberuntungan
- Orang yang beruntung melihat sisi positif dari nasib sial
Orang yang beruntung yakin bahwa ketidakberuntungan dalam hidup akan memiliki dampak positif (ada hikmahnya) di masa depan
Orang yang beruntung tidak berlama-lama meratapi nasib sial mereka alias cepat move on
Orang yang beruntung mengambil langkah perbaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Orang yang beruntung tak pernah mengeluh, tak berputus asa, tak berpikiran negatif, tak bekerja hanya karena imbalan semata. Orang beruntung adalah orang yang hidupnya dialiri muatan positif!


Yang terakhir adalah bersyukur. Orang beruntung selalu mensyukuri hidupnya. Syukuri apa yang telah dimiliki selama ini. Syukuri apa yang sudah dilakukan dan yang telah terjadi, pun apa yang telah dicapai. Syukuri hidup Anda … maka Anda akan beruntung seumur hidup J


5 komentar:

  1. Setuju sekali, nggak ada faktor keberuntungan atau kesialan. Yang ada adalah sebab akibat.

    BalasHapus
  2. Artikel yang bagus. Kita bisa merubah nasib kita kalau kita sendiri mau merubahnya.

    BalasHapus
  3. setuju juga saya mbak, bagaimanapun keberungan adalah banyak tergantung pada diri sendiri, nasib ditangangan Alloh tapi bagaimana keadaan nasib itu baik/buruk adalah diri kita sendiri yang menentukan

    BalasHapus
  4. Oke mbak.. setuju banget. Nice :D

    BalasHapus