Jumat, 23 Mei 2014

Mel Ask, Ino Answer



Yap! Sudah hari ketiga aja nih blog tour #GEPE berjalan. Hari ini kita ngebahas apa yaaaa? Kasih tau nggak yaaa … *apa seh?

Hari ini waktunya untuk cipika cipiki sama Kak Ino lewat tema “Pertanyaan Rahasia”. Wuiihhh, pake rahasia-rahasiaan segala, hihi. Tapi kalo udah baca postingan ini sampe tuntas nantinya bakal jadi rahasia umum yaaa, hehe.

Bisa tanya jawab sama editornya GagasMedia tuh serasa gemannaaa getoh, apalagi dengan seorang Christian Simamora gitu lohh  #Merinding disko. Serasa lagi interview sama Boy William  *Eh?

Baiklah, setelah saya berbasa-basi sambil tralala trilili sama Kak Ino, mulailah saya mengajukan satu pertanyaan ke beliau. Pertanyaan saya ini seputar dunia kepenulisan dan novel Kak Ino tentunya. Nggak lucu donk masa saya nanya, Kak Ino kalo bobo jam berapa? #Plakk!

Buat kamu-kamu yang suka nulis, pertanyaan saya ini erat banget kaitannya bagi  kalian yang sering bingung bagaimana memulai menulis. Kedengarannya simple banget ya, tapi nggak sedikit juga yang ngalamin kebingungan untuk membuat kalimat pertama di halaman awal novel kamu … hayooo ngakuu. Ide udah numpuk di kepala, tapi sewaktu mau mulai ngetik dan jemari udah nempel di keyboard, yang ada malah bengong nggak tau mau nulis apa. Ada yang begitu, kaaann?

Nah … Kak Ino kali ini berbaik hati sama kita-kita ngebocorin rahasia sukses menulisnya.

Pertanyaan saya adalah:
Bagaimana Kak Ino memulai membuat kalimat pertama untuk setiap novel-novel Kakak, terutama di novel Guilty Pleasure ini. Bocorin rahasia tips dan triknya dong, sehingga kalimat pertama itu bisa menarik dan membuat pembaca penasaran untuk melanjutkan bacaannya.

Dan Kak Ino menjawab:
Kalimat pertama memang penting, tapi beberapa penulis ada yang memilih fokus pada lima halaman pertama yang juga sama krusialnya.

Beberapa tips menulis lima halaman pertama yang baik menurut aku adalah:
  1. Mengenalkan karakter utama cerita. Bukan jenis perkenalan dengan backstory yang panjang tentunya karena pasti akan membuat pembaca bosan. Di lima halaman pertama, pembaca mendapat informasi yang cukup tentang si tokoh atau paling nggak petunjuk mengenai sifat dasar orang itu.
  2. Di lima halaman pertama, pembaca biasanya menginginkan action, action action.
  3. Awalan cerita sudah bisa memberi petunjuk jelas mengenai setting waktu; kini atau masa lalu? Atau jangan-jangan ceritanya justru terjadi di masa depan.
  4. Bahkan demi alasan untuk twist pun, sebaiknya tone cerita nggak berubah sejak halaman pertama. Lima halaman pertama sebaiknya sudah bisa memperlihatkan ambience yang dipilih penulis untuk bercerita ke pembacanya. Misalnya diksi yang dingin untuk novel horror.
Tengkyuuuu Kak Ino buat ilmu menulisnya  #sungkem.

Buat kamu-kamu yang masih pantengin postingan blog tour #GEPE ini, beruntung banget deh pokoknya. Udah dapat info novel yang keren, dapat quotes yang manteebs, dapat ilmu menulis dan … ssssttt, dua hari lagi dapat novel gratiissss. Makanya jangan sampe lupa ya, tetap rajin mampir ke sini tiap hari. Segini dulu buat hari ini, besok sayah posting-posting lagi. Dadababaayyy … Mwa mwa #nyontek gaya Kak Ino.

Kamis, 22 Mei 2014

Hot Quotes in Guilty Pleasure

Tadaaaaa ... Seperti janji saya kemarin, hari ini postingan saya bakalan lebih mantabs, lebih jleb lagi membahas novel Guilty Pleasure - Christian Simamora. Ingat yaa, sampe tanggal 25 Mei lhooo. Buat yang ngincar give away-nya ... silakan merapat terus dimari yaaahh.

Di postingan hari ini, saya akan kasih tahu kutipan-kutipan yang ruarrrr biasah jleb pake sangad yang ada di novel Guilty Pleasure ini. Biar teman-teman tahu, kalo Kak Ino ini novelnya keren abiss. Dilihat dari beberapa kutipan yang akan saya tampilkan tentunya kalian bisa nilai dong gimana isi novelnya. Kutipannya aja keren apalagi alur ceritanya. Abis baca postingan ini, teman-teman langsung beli novelnya yaaa. Yang masih ngarep dapetin gratisannya silakan tunggu ampe tanggal 25, hihihi ...

Ini dia beberapa kutipan yang saya sukaaaaa banget ...

So swiiitt!


Yak benaaar!!


Iyap!!!


Hidup itu adalah pengorbanan ... Kopral!!!!


Yups, setubuuhh ... eh, setujuuuu!!!!!


Ya ya ya, idem!!!!!!


 Hmmm ... it's so hard!!!!!!!


Betul banget tuh!!!!!!!!


Gueh bingiitts!!!!!!!!!


Huaaaaa ... Jleb!!!!!!!!!!

Ho-oh!!!!!!!!!!!

Yap ... cemunguudd!!!!!!!!!!!!


Keren-keren abissss kan quotes-nya? Kak Ino emang jagonya bikin kata-kata. Ini belum semua lho, masih banyak lagi kutipan-kutipan keren lainnya dalam novel ini. Penasaraaannn?? Buruan beli gih! (Masih ngarep gratisan? Hadeehhh ... iya deh, sabar yaaa)
Okeehh, segini dulu blog tour #Gepe buat hari ini. Besok masih ada lagi lhooooo, mampir lagi dimari yak. Masih all about Guilty Pleasure - Christian Simamora. Ciyuuuu ...


Rabu, 21 Mei 2014

Make a Wish for “Guilty Pleasure” Christian Simamora




Yeeeaay … Alhamdulillah, saya terpilih jadi salah satu dari lima host yang akan membawakan tour blog novel Christian Simamora dari tanggal 21 Mei s/d 25 Mei 2014. Sudah pada tahu dong siapa Christian Simamora, yang belum tahu pasti nggak suka baca novel … hihihi.
Tak kenal maka tak tahu … he. Supaya tahu ini saya kasih tahu sekilas tentang Kak Ino alias Christian Simamora.
Christian Simamora, yang akrab disapa Ino ini adalah penulis yang juga editor di penerbit GagasMedia. Novel-novelnya yang sudah terbit antara lain : Jangan Bilang Siapa-siapa, Boylicious, Kissing Me Softly, Macarin Anjing, Coklat Stroberi, SHIT HAPPENS: Gue yang Ogah Nikah, Kok Lo yang Rese?!, Pillow Talk, Good Fight, With You,  All You can Eat, dan yang terbaru nih … Guilty Pleasure, yang akan menjadi trending topics selama lima hari ke depan di postingan blog ini.
Sebelum tiup lilin … eh, sebelum kita mulai blog tour Guilty Pleasure ini, mari kita make a wish dulu (tuh, kan? Kayak mo tiup lilin ultah pake make a wish segala, hehe)
Harapan saya pribadi sama novel Guilty Pleasure ini:

* Semoga isi ceritanya makin berbobot dari novel-novel sebelumnya. 

* Mudah-mudahan ada banyak kutipan yang ruuarrrr binasah dan lebih menggelegarr more than cetarrr dari novel seri #jBoyfriend sebelumnya. 

* Diharapkan novel ini bisa bikin saya klepek-klepek sampe meleleh sama isi ceritanya. 

* Dan saya berharap dengan sangat novel ini bisa menginspirasi supaya bikin tambah greget sama hasil karyanya Kak Ino yang (katanya) unyu ini.
* Saya doakan semoga bukunya bakalan nge-Hits alias best seller bin laris manis sampe cetak ulang lagi. Amiinnn.
Semoga ini bukan harapan saya saja, tapi semua pecinta novel romance yang mengharapkan mendapat pencerahan dari novel Guilty Pleasure ini.
Saya juga berdoa dan ngarep pake banget semoga nanti bisa terpilih sebagai host terbaik yang beruntung dapat apresiasi dari Kak Ino dan GagasMedia  #Eh?
Pokoknya selama lima hari ke depan saya akan memosting all about novel Guilty Pleasure - Christian Simamora. Cekidot ya manteman, jangan sampai ketinggalan. Saya kasih bocoran nih, bakalan ada give away-nya juga lhooo. Makanya pantengin terus postingan saya sampai tanggal 25 Mei nanti. Buat postingan hari berikutnya dijamin makin muanteebs deh. Saya bakalan kupas abis semua tentang novel Guilty Pleasure ini sampai tuntas tas tasss. Yang pengin novel gratis dari GagasMedia kudu nyimak postingan sayah, okeeh. See you.

Kamis, 15 Mei 2014

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Orang yang Sama Setelah tersakiti, Pernahkah?



Pernah nggak kalian merasakan jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama setelah tersakiti. Sempat sakit hati, patah hati dan cari pengganti, tapi nggak tau gimana ceritanya akhirnya balikan lagi dan makin cinta lagi (masih) dengan orang yang sama tadi. Ada yang bilang kalo cinta yang sempat tersakiti jika kembali maka kondisinya tak akan sama lagi. Hmmm … benarkah?
Tapi saya punya cerita, sebut saja namanya Kei dan Syams. Mereka menjalin hubungan selama satu tahun dan saling mencintai. Entah apa yang terjadi dengan Syams sehingga menyakiti perasaan Kei. Mungkin Syams jenuh atau ada sesuatu yang tak terpenuhi dari Kei sehingga Syams pindah ke lain hati. Intinya Kei tak terima dengan sikap Syams dan memutuskan untuk meninggalkan Syams. Dan ternyata Kei bisa jatuh cinta lagi.
Pada saat itu Kei berpikir, Syams aja tega membagi hati, kenapa dia nggak bisa melakukan hal yang sama? Mereka putus hubungan selama hampir setahun, walopun terkadang masih saling berkomunikasi dengan alasan tidak ingin putus silaturahmi.
Suatu hari Kei bermasalah dengan kekasih barunya dan akhirnya putus juga. Entah CLBK atau masih saling cinta atau juga ada cinta yang belum selesai antara Kei dan Syams, mereka pun balikan. Ternyata tidak ada yang berubah dengan perasaan Syams, Kei pun sebenarnya demikian. Dan di hubungan yang mereka jalin kembali, Kei merasakan jatuh cinta lagi dengan Syams (yang tadinya sempat memudar karena rasa sakit hati dan kehadiran kekasih barunya).
Kei benar-benar jatuh cinta lagi dengan Syams, jatuh cinta untuk yang kedua kali. Tapi apa yang orang bilang kalau cinta yang sempat tersakiti kalau balikan lagi maka kondisinya akan berbeda itu tak berlaku untuk Kei dan Syams. Mereka malah semakin hangat dan hubungan mereka menjadi lebih hebat. Entah apa yang ada di pikiran Kei dan Syams sehingga mereka mengabaikan masa lalu yang sempat kelam dan membuang jauh rasa kecewa yang pernah ada.
Intinya Kei dan Syams tidak menyimpan dendam dan tak memendam kepedihan. Mengapa Kei berpikir untuk balikan lagi dengan Syams? Kalau masalah itu saya hanya bisa bilang mungkin itu takdir Tuhan. Kei dan Syams bisa saja move on dan masing-masing mereka mendapatkan yang (mungkin) lebih baik lagi dari keduanya. Tapi kenyataannya mereka memilih untuk memperbaiki hubungan yang sempat hancur dan belajar dari kesalahan untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Pada intinya mereka masih saling mencintai.
Ya … mencintai dengan menerima kekurangan adalah hal yang sangat langka bisa terjadi. Sebut saja satu dari seribu yang memiliki kisah seperti Kei dan Syams tadi. Saling memaafkan dan melupakan khilaf dan kesalahan akan terasa sulit dilakukan bila rasa cinta itu telah hilang. Jadi buat kamu yang pernah dimaafkan sama pasangan dan diberi kesempatan kedua, berbahagialah. Kamu beruntung bila masih dimaafkan setelah menyakiti tanpa alasan.