Senin, 30 Desember 2013

Antara Eksis dan Mencari Sensasi

"Eksis sih boleh ... tapi nggak harus cari sensasi juga kalee!"

Pengin banget meneriakan kalimat itu setiap kali melihat hal-hal yang nggak lazim. Seperti maraknya para pencari sensasi di televisi belakangan ini. Terkenal karena prestasi dan terkenal gara-gara sensasi pasti beda sekali nilainya. Begitu pun yang terjadi dalam kehidupan sosial kita, baik di dunia nyata maupun maya. Apalagi di sosial media, memang sih ... sosial media itu diciptakan untuk sarang bernarsis-ria, promo, iklan, cuap-cuap sampe curhat. Tapiiii, kok gerah banget ya ngeliat mereka-mereka yang menyalahgunakan media untuk ajang yang tidak semestinya.

Kenapa para manusia itu merasa penting sekali mencuatkan dirinya untuk dikenal. Supaya laku? Hellowww ... Hare gene orang bisa menilai kaleee. Terkenal karena prestasi sama terkenal gara-gara sensasi pasti tetap beda feel-nya. Biasanya orang yang terkenal karena prestasi jarang memublikasikan diri sendiri. Malah seringnya mereka dikenal karena orang lain yang memublitaskan mereka karena fanatisme atau sekadar dompleng popularitas. Yaahh, itu memang tergantung dari sudut pandang masing-masing individu untuk menilai. Penilaian orang tak akan sama, ada yang negatif dan positif. Tapi seringnya kok ya manusia-manusia itu senang mencari sensasi dengan mengadakan kontroversi nggak penting berbau negatifisme. #Ahh, berat kali bahasa kau, Nak

Ternyata Hoeda Manis benar, kebanyakan sesuatu yang bagus dan baik itu biasanya selalu tersembunyi atau pun jarang diketahui kebanyakan orang. Nggak cuma buku aja, bisa jadi informasi yang berguna atau sejenisnya. Memang, yang namanya mutiara walaupun ada di dalam lumpur tetap aja namanya mutiara. Tetap akan berharga pastinya. #yaealaahhh

Jadi intinya, mari hilangkan kebiasaan mencari-cari kesalahan orang yang sekadar untuk eksistensi diri. Kenapa nggak cari hal positif untuk disebarkan dan negatifnya pelajari saja sendiri tanpa harus menghujat dan menjatuhkan dalam menilai sesuatu.

Selasa, 24 Desember 2013

3 Film Favoritku di Tahun 2013

Sepanjang 2013, ada beberapa film Indonesia yang sangat menginspirasi dan menjadi tontonan favoritku sampai detik ini. Saking sukanya, aku sampai membeli DVD-nya untuk disetel di rumah. Ketiga film ini sudah kutonton puluhan kali, tapi herannya aku nggak pernah bosan dan masih kerap kali menitikkan air mata di adegan tertentu. Cuma ada 3 ... ya, cuma 3. Ketiga film ini sangat berkesan bagiku.

1. Rectoverso

Hampir setiap minggu aku memutar ulang film ini untuk kutonton. Kalau lagi suntuk, bad mood, males ngapa-ngapain, pasti penginnya nonton film ini. Ada beberapa kutipan yang sangat aku suka ...

"Kadang-kadang pilihan terbaik adalah menerima, maka semuanya akan baik-baik saja."

"Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak mungkin saya miliki."

Dan entah mengapa, setiap melihat adegan terakhir film (terutama di bagian saat Abang memeluk Bunda sambil menangis ketika mengetahui Leia sudah pergi, tidak ngekos di tempat Bunda lagi) aku selalu ikut menangis. Jleb banget nih film, nggak bakalan bosan nontonnya.

2. Habibie & Ainun

Ini juga film yang udah aku tonton puluhan kali. Kisah romantis dan kesetiaan yang sangat menginspirasi. Kata bijak yang sangat aku suka dari film ini ... "Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapa pun."
Memang, kisah dalam film ini sangat jarang ditemui di kehidupan nyata, walaupun film ini diangkat dari kisah nyata. Tapi setidaknya bisa memberikan gambaran kepada kita semua, bahwa yang namanya cinta sehidup semati itu memang masih ada.

3. 5cm.

Film ini pas banget ditonton kalo lagi down berat dan butuh suntikan semangat. Banyak motivasi dan inspirasi di dalamnya. Kutipan yang paling kusukai adalah:

"Cinta dan setia itu pilihan, bukan sejalan."

"Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari genggamanmu, Dia tak menghukummu. Namun hanya membuka tanganmu untuk menerima yang lebih baik."

"Semua keberhasilan dan kesuksesan diawali dari keputusan untuk mencoba."

"Kadang kamu tak sadar dengan apa yang kamu miliki hingga mereka pergi."

"Gagal itu urusan nanti, yang terpenting kita berani untuk mencoba dan mencoba."

"Jangan pernah berhenti untuk bermimpi."

Ketiga film itu sangat membawa dampak positif bagi kehidupanku. Entahlah, seolah ada makna dan hikmah tersendiri yang terpendam di dalamnya. Yang pasti ketiga film ini nggak akan pernah bosan buat kutonton sampai detik ini.


Sabtu, 07 Desember 2013

Review Film Cinta yang Dirahasiakan



Judul Film                : Cinta yang Dirahasiakan
Judul Review            : Menjadi Diri Sendiri Tanpa Diskriminasi
Durasi                      : 44 menit 36 detik
Eksekutif Produser   : Denny JA
Produser                  : -    Hanung Bramantyo
                                 -       Rudi Setiawan
                                 -       Ardi Kurniawan
Sutradara                  : Rahabi M.A
Penulis Naskah          : Rahabi M.A berdasarkan puisi esai Denny JA
Editor                        : Wawan I. Wibowo
Narator                     : Tio Pakusadewo
Pemain Utama             :  -    Rizal Syahdan sebagai Amir
-       Zack Nasution sebagai Bambang
-       Marsya S. Adiyuta sebagai Sarinah
-       Dini Vitri sebagai Ibu Amir
-       Hefri sebagai Hendro


Menjadi Diri Sendiri Tanpa Diskriminasi

Tahu luar itu gampang, tahu dalam yang penting!
—Kutipan Sarinah—

Ringkasan film Cinta yang Dirahasiakan:
            Amir dan Bambang, sepasang sahabat yang saling jatuh cinta. Cinta sesama jenis yang biasa disebut homo seksual. Amir yang menyadari kelainan tersebut, berusaha sekuat tenaga untuk menampik kenyataan bahwa dirinya adalah seorang homo. Namun, betapa pun ia menolak hasrat menyukai sesama jenis yang mengalir dalam darahnya, ia tak pernah mampu untuk mengobati kelainannya tersebut. Padahal Amir sangat taat ibadah, rajin salat dan mengerti agama, juga takut akan azab Allah. Amir tak pernah menyerah menjalankan ajaran agama, dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi laki-laki normal.
            Berbeda dengan Amir, Bambang yang juga seorang homo tidak pernah menyangkal kelainan yang dideritanya. Bambang berani mengakui bahwa dirinya seorang gay, walaupun hanya ditunjukkan kepada komunitasnya saja. Bambang seperti tidak berusaha untuk mengubah dirinya menjadi laki-laki normal yang seharusnya menyukai lawan jenis. Tidak seperti Amir yang terus berjuang melawan takdirnya sebagai homo, demi membahagiakan ibunya tercinta. Amir sangat tidak ingin melukai perasaan ibunya. Walaupun sebenarnya ibunya tahu dan sudah curiga sejak lama, akan kelainan yang diderita anaknya tersebut. Namun ibunya percaya, yang namanya takdir masih bisa diubah dengan doa dan usaha. Apalagi doa seorang ibu menjelang kematiannya.
            Bambang adalah kekasih Amir yang cukup bijaksana. Bambang memang mencintai Amir, namun tidak ingin mengekang kehidupan Amir.
            “Aku kekasihmu, bukan penghalang hidupmu,” ucap Bambang kepada Amir.
           Bambang mengagumi tokoh Batman, menurutnya sosok Batman itu pemberani. Alasan mengapa Bambang menyukai Batman karena dia merasa figur Batman seperti dirinya. Seorang jagoan yang berani berbeda, dan keras prinsip hidupnya. Tidak seperti Amir yang peragu, goyah pendiriannya selalu. Itulah sebabnya Bambang menggambarkan Amir sebagai sosok Robin, sahabat Batman.
            “Dalam hidup jangan bertindak setengah-setengah. Apa pun yang kaupilih, lakukan dengan hati penuh, seluruh…,” ujar Bambang, selalu berusaha menasihati Amir agar tidak ragu dengan pilihan hidupnya. Bambang bukan seorang yang munafik, karena menurutnya menampik kenyataan hanya menambah rasa nyeri di hati.
            Namun Amir tetap memaksakan diri, untuk berjuang hidup di jalan yang lurus. Hanya untuk menyenangkan hati ibunya, ia menikahi perempuan pilihan ibunya. Padahal ia sudah berusaha mendekati Sarinah, teman semasa sekolahnya yang ia ketahui kalau Sarinah menyukainya. Namun tetap tak dirasakannya getaran hasrat, senormalnya terhadap lawan jenis. Ia hanya merasa bahagia dan bisa ceria bila ada seorang Bambang disisinya. Yang ada di pikirannya tetap Bambang, Bambang dan Bambang seorang.
            Hingga akhirnya Amir menyadari dan menyesali pilihan hidupnya. Namun di saat ia sudah mengakui takdir dirinya bahwa ia adalah homo sejati, dan mencari Bambang untuk bersatu lagi seperti sebelum ia menikahi perempuan pilihan ibunya, Bambang telah menghilang dari kehidupannya. Bambang menjadi aktivis gay seperti Hendro—teman komunitas gay-nya— dan menikah dengan laki-laki lain di luar negeri. Sungguh tragis nasib Amir yang hidupnya penuh keragu-raguan itu. Yang pada akhirnya membawanya kepada sesal, ia sesali hidupnya sendiri.
***
Review film Cinta yang Dirahasiakan:      
Kisah yang fenomenal tentang cinta sesama jenis ini, sudah bukan hal yang pantas untuk didiskriminasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Walaupun masih tabu untuk berlaku di Indonesia, namun setiap manusia berhak mempunyai persamaan pilihan hidup yang merdeka. Jika ditilik dari sudut pandang agama, memang tidak ada benarnya. Namun apa mau dikata, insting alami yang sudah bawaan sejak lahir itu sangat sulit untuk ditampik. Karena kelainan homo seksual itu bisa merupakan bawaan sejak bayi, genetika sejak lahir.
            Banyak yang menyinggung kalau homo itu adalah sebuah penyimpangan dan cacat moral. Namun bicara soal moral, moral baik dan buruk itu hanya suatu tindakan yang bisa dipilih. Belum tentu manusia yang normal dan bukan kaum gay bisa dijamin sangat bermoral dan berakhlak baik. Setiap manusia mempunyai hak yang sama di mata hukum. Dalam film ini menggambarkan bahwa hak individu untuk menjadi lesbian, gay, biseksual dan transgender adalah pilihan bebas yang dilindungi oleh prinsip hak asasi manusia.
            Dalam suatu adegan di film ini, dijelaskan juga gambaran tentang haramnya menjalin hubungan sesama jenis. Dengan penjelasan Quran tentang kisah Nabi Luth yang mengangkat surah Asy Syu’araa’ ayat 165 dan 166 untuk memperkuat dalilnya. Sungguh film dengan penggambaran dan penjelasan detail yang sangat seimbang, untuk membuat penontonnya lebih bijak dalam berpikir, serta menilai dari sisi mana seharusnya mengambil tindakan untuk menyikapi tentang kaum gay ini.
            Pesan moral yang tersirat di film ini, bahwa selayaknya kaum gay juga mendapatkan pengakuan dan perlindungan dari masyarakat Indonesia. Kaum gay tidak meminta lebih, cuma satu … dianggap sebagai manusia saja, sama seperti manusia-manusia yang lain.

Be your self! Nothing impossible!
—Kutipan Hendro— 

***

Rabu, 04 Desember 2013

Mari Bicara Cinta

Cinta ... lima huruf yang sangat digandrungi oleh manusia. Tua, muda, siapa pun pasti mengenal yang namanya cinta. Tapi sayangnya, tak semua orang mengerti apa hakikat dari cinta. Cinta memang memiliki definisi yang beragam, tergantung masing-masing individunya memaknai apa itu cinta. Tapi yang paling klasik bin mainstream ... cinta itu buta. Ya, bahkan tak mengenal logika.

Kalau menurut saya pribadi, cinta itu hanya sebuah pola, berawal dari suka dan akan berkembang menjadi sayang lalu kasihan dan berujung dengan tanggung jawab. Parahnya, cinta itu bisa memudar seiring waktu. Terutama dalam suatu ikatan sakral yang disebut pernikahan. Tidak banyak yang menyadari dan mampu mempertahankan ke-eksistensian cinta dalam diri. Faktor utama dan paling manusiawi yang bisa dijadikan alasan memudarnya rasa cinta adalah godaan dan cobaan hidup. Biasanya itu semua datangnya dari diri sendiri.

Percaya atau tidak, tidak ada cinta yang abadi, pun suatu hubungan. Dalam sebuah kisah kesetiaan paling fenomenal sekali pun hanya bisa ditemui seribu satu di belahan dunia ini, dan pelakunya adalah manusia-manusia kuat bin ajaib dan memang memiliki catatan takdir yang sempurna. Banyak para pakar yang mengemukakan ciri-ciri cinta sejati yang sudah klasik dan sepertinya anak kecil pun tahu penjabarannya. Saya tidak akan bahas lagi di sini, karena menurut saya tidak semuanya benar, kembali lagi kepada individunya masing-masing.

Katanya kalau cinta selalu ingat dalam susah mau pun senang ----> kalau pasangannya menderita amnesia ringan alias pikun usia dini gimana?

Katanya kalau cinta ada chemistry dan selalu peka dalam setiap suasana ----> kalau keadaan tidak memungkinkan untuk berkomunikasi setiap saat gimana?

Katanya kalau cinta selalu ingin tahu sampe bela-belain stalking ----> kalau pasangannya over sibuk gimana?

Katanya kalau cinta sesibuk apa pun pasti ada waktu buat cari tahu keadaan orang yang dicintai ----> Helloow ... hidup bukan ngurusin lo aja kale!

Definisi cinta kadang memang lebay bin alay. Hanya cinta dewasa yang paham apa itu cinta sejati yang sesungguhnya. Tak saling menyakiti dan mengerti itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa masih ada rasa cinta dalam diri. Kenyamanan adalah hal yang paling utama untuk membuktikan apakah kita masih mencintai seseorang atau tidak. Resepnya cuma ada satu (tapi lumayan menyakitkan) KEJUJURAN.

Ya, nggak semua orang berani jujur untuk mempertahankan suatu hubungan. Kebanyakan justru menutupi dengan dalih demi kebaikan, padahal sesungguhnya itu hanyalah seperti menyalakan bom waktu yang suatu saat bisa meledak tanpa bisa dikendalikan. Kalau saya? Saya memilih DIAM untuk mencari aman, hehe. Nggak bagus juga sih, efeknya tekanan batin dan rasa bersalah. Tapi dengan diam saya bisa introspeksi diri, dengan diam saya tidak perlu mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati pasangan. Memang ... curhat sama Tuhan saja kadang tidak cukup untuk mengurangi beban batin, untuk itu carilah teman bicara yang benar-benar bisa dipercaya. Tapi hati-hati curhat dengan lawan jenis, nanti bisa 'witing tresno jalaran soko kulino' lhooo...

Banyak hal yang bisa menimbulkan rasa cinta, kebersamaan, komunikasi dan yang paling penting ... pandangan mata. Makanya ada pepatah bilang: Dari mata turun ke hati. Yah ... kembali lagi ke masing-masing individunya, kalau saya ... saya saja sulit mencintai diri sendiri, bagaimana mau mencintai orang lain? hihihi. Artinya, lebih baik mencintai diri sendiri daripada harus repot-repot mencari cinta yang belum tentu bisa mencintai kita. So? perlu diingat, secinta apa pun kamu dengan seseorang, jangan terlalu berlebihan, toh pada akhirnya kalau kamu mati pasti sendiri kok. Orang yang kita cintai mati-matian nggak akan bisa menolong kita di alam akhirat nanti. Intinya ... slow ajalah ya ngebahas cinta, jodoh nggak akan ke mana kok  #lah?



"Jika kita menjadi kekasih hanya untuk saling menyakiti, 
lebih baik kita tetap sepasang orang asing yang saling merindukan."
—Hoeda Manis—

Rabu, 20 November 2013

Antologi Keduaku

Tadaaaaa ... Available now! Buku antologi keduaku sudah bisa ditemukan di toko-toko buku lhoo. Storycake for Your Life seri Keajaiban Rezeki. Berisi 37 kisah-kisah inspiratif dari para penulis unggulan yang terpilih mengisi buku tersebut. Alhamdulillah naskah saya adalah salah satunya, kebanggaan tersendiri buat saya yang masih pemula ini bisa ikut nimbrung bareng penulis-penulis senior lainnya di buku itu.

Sssst, tulisan saya ada di halaman 89 lhoo.



Digawangi oleh Mbak Nunu El Fasa sebagai PJ dari Storycake serial Keajaiban Rezeki, buku ini ternyata masuk kategori best seller di beberapa toko buku Gramedia di pulau Jawa.

Masuk urutan ke-3 lhooo di salah satu toko buku Gramedia

Oya, ada A. Fuadi yang mengisi endorsement buku ini. Bahkan saya sempat berbincang langsung dengan beliau membahas buku ini saat bertemu di UWRF 2013 lalu. Sayang, saat itu bukunya belum cetak, jadi saya nggak bisa minta tanda tangan beliau deh di buku ini, hehe.


Luar biasa ya gebrakan Mbak Nunu El Fasa dalam mengkoordinir Sorycake serial Keajaiban Rezeki ini. Tak kenal maka tak sayang, ini dia penampakan Mbak Nunu dengan buku Keajaiban Rezekinya.


Kabar baiknya niih, Alhamdulillah saya lolos lagi untuk serial Storycake Miracle Dream yang masih dikoordinatori oleh Mbak Nunu juga (I love Mbak Nunu pokoke reeek  )

So? Buku ini ada di deretan rak psikologi populer, biasanya sih satu rak sama serial Chicken Soup for the Soul tuuuh, hehe.


Oke deehh, semoga untuk beberapa serial Storycake berikutnya saya masih bisa ikutan lagi ya. Oya, serial storycake juga tersedia dalam bentuk E-Book lho, bisa klik infonya di link ini: gramediana.com

Semoga buku ini bermanfaat dan menginspirasi teman-teman semua yaaaaa


Jumat, 08 November 2013

a Tale of Crestfallen







Crestfallen is sick!

She is sick of being stood up
She is sick of being ignored
She is sick of being invisible
She is sick of being denied
She is sick of being hidden
She is sick of being left behind
She is sick of being hurt
She is sick of being disappointed
She is sick of waiting
She is sick of being the last 
She is sick of being the option
She is sick of being blamed
She is sick of being pretender
She is sick of being scared
She is sick of wondering
She is sick of being betrayed
She is sick of bleeding
She is sick of tears 
She is sick of being fallen  
She is sick of listening the reasons
She is sick of being understandable
She is sick of being lost  
She is sick of being rejected
She is sick of being half dead
She is sick of being half awake
She is sick of being bored
She is sick of being erased
She is sick of being someone else
She is sick of being not wanting
She is sick of being sick
She is sick
She is sick
Crestfallen is sick!




*This is book my coordinator volunteers UWRF, so coooooool ....

Kamis, 31 Oktober 2013

Seminggu di Ubud with Poet

Bilakah... kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oooh mimpiii...
—Saras Dewi—


Finally... Aku berdiri di pulau yang terkepung lautan itu, Bali. Seminggu bersama teman-teman sesama penulis, saling berbagi dan bertukar pengalaman. Pengalaman menulis hingga pengalaman hidup. Bertemu dengan para penulis hebat dari seluruh penjuru tanah air bahkan dunia. Wow, sungguh pengalaman luar biasa.

Dan yang paling penting lagi ... tadaaaaaaa, akhirnyaaaa ... my dream come true. Bertemu dengan Poet si Buleg Darmi. Yeeeyyy ... bener-bener from socmed become roomate neh, hihihi.

Me & Poet

Ketemu mbak Dee, mbak Ayu Utami, mbak Laksmi Pamuntjak, Pak Goenawan Mohamad, A. Fuadi, Uda Agus, Bernard Batubara, mbak Dian Nafi dan masih banyaaaaak lagi penulis-penulis senior yang selama ini cuma bisa kupantengin di dunia maya. Sayangnya gatot janjian ketemuan ama si Itik Bali, hiks.

Me, mbak Ayu Utami, Ade dan Uda Agus


Me, Bernard Batubara dan Poet

With A. Fuadi

Foto sama mbak Dewi 'Dee' Lestari kehapus ... hiks, sedih. It's oke deh, yang penting sudah bisa ketemu dengan beliau dan sempat sedikit curcol, hehe.

Geng Kabera

With fellow volunteers

Serunya homestay selama seminggu di Ubud. Walopun kondisi kesehatanku mendadak drop selama di sana, tapi nggak bikin patah semangat buat ngikutin setiap acara UWRF yang keren-keren abisss. Jadi pengin tiap tahun ikutan UWRF ... he.

Cuma ada satu hal yang bikin beteeee, foto-fotoku yang di android nggak sengaja kehapus semua, huuaaaaaaa (musibah!). Hanya ini yang tersisa ... hiks.

Ahhh, senangnya bisa jadi bagian dari UWRF. Dapat banyak pengalaman, teman baru dan yang pasti bisa mewujudkan mimpi bertemu Poet. Itu yang terpenting, hehe. Sekarang aku makin percaya, kekuatan mimpi itu ada. Asal yakin dan terus berusaha ... nggak ada yang nggak mungkin.



Andai ada satu cara
Tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali
—Saras Dewi—